Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Saya berpikir bahwasanya siswa harus mendengarkan setiap kali saya menyampaikan materi, duduk tenang tanpa ada aktivitas lainnya. karena belajar Fisika itu butuh keseriusan dalam belajar. dan kadang gak mengizinkan siswa untuk keluar izin dari kelas daat pelajaran saya sedang berlangsung.
Saya adalah penguasa kelas. Saat menjadi Wali kelas dan guru Fisika saya menganggap bahwa siswa harus mengikuti aturan saya dalam sesi. Saya punya kewenangan penuh untuk mengatur kelas menurut apa yang saya anggap baik.
Fokus saya adalah mengajar. Yang saya maksudkan adalah saya lebih berfokus menyelesaikan materi dan ketuntasan anak-anak pada KKM serta pada aspek kognitif siswa semata. Nilai (grade) adalah prioritas saya.
Saat itu saya berpikir bahwa siswa harus pandai di mata pelajaran saya, bahkan tak segan saya juga memberikan sanksi tiap kali ada siswa yang bolos atau bahkan tidak mengerjakan PR yang saya berikan. Jadi pembelajaran terkesan monoton dan membosankan bukan hanya bagi anak tapi bagi saya pribadi juga.
Menggunakan buku dan bahan ajar seadanya dan melarang penggunaan gadget selama pelajaran berlangsung.
Saya sering menggunakan model layanan “Teacher Center” pemberian pembelajaran yang menonton sehingga semua berpusat pada guru.
Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Setelah mempelajari Pemikiran KHD dalam modul 1.1 ini, pandangan saya berubah. Dimana Anggapan saya tentang keempat hal di atas yang saya yakini selama ini adalah sebuah kekeliruan besar. Anggapan
Saya berpikir bahwasanya siswa harus mendengarkan setiap kali saya menyampaikan materi, duduk tenang tanpa ada aktivitas lainnya. karena belajar Fisika itu butuh keseriusan dalam belajar. dan kadang gak mengizinkan siswa untuk keluar izin dari kelas daat pelajaran saya sedang berlangsung. Merubah perilaku dengan mengemas pembelajaran lebih menarik agar motivasi belajar siswa meningkat. Memberikan kebebasan pada anak untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan kreatifitas-nya.
Saya adalah penguasa kelas. Saat menjadi Wali kelas dan guru Fisika saya menganggap bahwa siswa harus mengikuti aturan saya dalam sesi. Saya punya kewenangan penuh untuk mengatur kelas menurut apa yang saya anggap baik. Hal ini tentu kontras dengan pandangan KHD yang harus berhamba pada anak. Berhamba pada anak berarti menaruh rasa hormat dan siap melayani kebutuhan anak dalam pembelajaran. Tentunya sebagai individu, kebutuhan belajar siswa pastinya berbeda; hamba yang baik akan selalu melayani kebutuhan tuannya sebagai pribadi yang unik dan menghormati keunikan itu. Implikasi dari berhamba pada anak adalah pembelajaran yang guru lakukan haruslah berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa berarti bahwa pembelajaran harus menempatkan siswa sebagai pusat dari proses belajar mengajar, sehingga akan mengembangkan minat, motivasi, dan kemampuan individu menjadi lebih aktif, kreatif dan inovatif serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
Fokus saya adalah mengajar. Yang saya maksudkan adalah saya lebih berfokus menyelesaikan materi dan ketuntasan anak-anak pada KKM serta pada aspek kognitif siswa semata. Nilai (grade) adalah prioritas saya.
Saat itu saya berpikir bahwa siswa harus pandai di mata pelajaran saya, bahkan tak segan saya juga memberikan sanksi tiap kali ada siswa yang bolos atau bahkan tidak mengerjakan PR yang saya berikan. Tidak lagi memberikan sanksi pada siswa yang lupa atau bahkan tidak bisa mengerjakan tugas yang saya berikan
Menggunakan buku dan bahan ajar seadanya dan melarang penggunaan gadget selama pelajaran berlangsung. Merubah Pemikiran bahwasanya Guru dan buku bukanlah satu-satunya sumber belajar mereka karena pada dasarnya masih banyak sumber-sumber yang lain, yang dapat dengan mudah mereka akses melalui smartphone yang mereka miliki.
Saya sering menggunakan model layanan “Teacher Center” pemberian pembelajaran yang menonton sehingga semua berpusat pada guru. Pembelajaran terpusat pada siswa dan guru hanya menuntun, mengarahkan, juga sebagai fasilitator.
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Langkah awal yang akan saya terapkan agar kelas yang saya ampuh bisa mencerminkan pemikran KHD adalah
- Meyakinkan diri sendiri bahwa setiap anak memiliki bakat dan minat masing- masing sesuai kodrat alamnya kemudian tugas saya sebagai pendidik hanyalah menuntun kodrat alamnya tersebut agar dapat berkembang kearah yang lebih baik dan bisa mengikuti kodrat zamannya.
- Saya akan mencoba menerapkan pembelajaran yang berbasis permainan karena kodrat anak adalah bermain sehingga pembelajaran bisa menyenangkan bagi anak-anak.
- Lalu saya akan mencoba pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan anak artinya saya sebagai seorang guru akan memberikan ruang, kesempatan, dan fasilitas seluas-luasnya agar anak mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bisa mengembangkan bakat dan minat pada diri anak-anak didik saya.
- Merancang pembelajaran yang inovatif dan interaktif dengan melibatkan peserta didik/ siswa
- Mengintegrasikan permainan dalam pembelajaran
- Pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.’
- Menerapkan sistem among (menuntun bukan menuntut).
- Pembelajaran yang mengutamakan aspek budi pekerti.
- Menerapkan konsep merdeka belajar dan mengintegrasikan setiap pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar pancasila.
- Menerapkan pembelajaran berbasis kearifan local dan budaya setempat
Jadi kesimpulannya, pendidikan adalah menuntun anak sesuai dengan bakat dan minatnya. Pendidikan juga harus mengajarkan budi pekerti dan berhamba pada anak. Menuntun di sini mempunyai arti bahwa pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya hidup, tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam proses menuntun, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai pamong dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Di sini pendidikan berpihak pada anak.
Jadilah seorang pedidikan yang dapat menerapkan Filosofi KHD, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani memiliki arti :
- Ing Ngarsa Sung Tuladha : pendidikan harus senantiasa membawa kebaikan yang ditunjukkan melalui perilaku daripada insan-insan pendidikan. Guru senantiasa memberi contoh yang baik bagi siswanya baik dalam perilaku sehari-hari maupun budi pekertinya. (Teacher as rule model)
- Ing Madya Mangun Karsa : di tengah harus bisa membangkitkan semangat siswanya apabila mereka mulai lelah dalam belajar. Motivasi sangat diperlukan dalam hal ini.
- Tut Wuri Handayani : di belakang harus memberi dorongan supaya menghasilkan SDM yang tangguh dan siap bersaing dalam kancah Internasional.

Komentar
Posting Komentar